2 September 2013

kisah singkat


HARI YANG INDAH
Dinginnya pagi itu bekas hujan semalam tidak mengurungkan niat Kevin mehasiswa semester tiga universitas negeri manado itu untuk mandi dan siap-siap ke kampus. Karena tempat kosnya agak jauh dari kampus sekitar setengah tujuh pagi dia harus sudah siap berangkat meskipun mata kuliahnya baru akan di mulai setengah delapan. Pengalamannya datang terlambat dan tidak di perbolehkan masuk oleh dosen sudah cukup membuatnya kapok dan tidak mau terlambat lagi. Ditambah lagi hari ini ujian tengah semester jadi tidak boleh ada yang terlambat.
Setelah sarapan dengan penuh semangat Kevin pun bergegas meninggalkan kamar kosnya terkunci dengan setengah gelas susu yang tidak dihabiskannya. Ketika menaiki sepeda motor kesayangannya Kevin merasa ada yang ganjal, dengan penuh kuatir dia memeriksa persediaan bensin. Sedikit lega ternyata bensinnya masih penuh karena kemarin sempat mampir di SPBU, “untunglah” kata Kevin dalam hati, Kevin pun berangkat. Diperjalanan dia merasa kurang nyaman, sepertinya ada yang aneh dengan ban belakang motornya, firasat buruknya ternyata benar, ban belakangnya kempes.
Apa daya Kevin pun kebingungan berat mengingat jam segini belum ada tukang tampal ban yang buka. Semangat paginya kini berubah menjadi frustasi, sambil berusaha menenangkan diri Kevin mendorong motornya berharap ada tukang tampal ban terdekat yang sudah bangun. Semakin lama mencari tukang tampal ban semakin pupus pula harapannya untuk bisa datang tepat waktu ke kampus, sesekali dia melihat jam di tangan kirinya berharap semoga masih sempat.
Sesekali mobil mikrolet lewat di hadapannya, perasaan Kevin semakin bimbang mengingat hari ini ujian tengah semester haruskah dia naik mokrolet saja dan meninggalkan motornya di pinggir jalan supaya tidak terlambat atau terus mendorong motornya berharap waktu masih sempat mempertemukannya dengan tukang tampal ban. Tak terasa sudah cukup jauh Kevin mendorong motornya, melihat orang-orang memperhatikannya Kevin semakin merasa frustasi, tapi apa daya dia hanya bisa mendorong motornya sambil merenung dalam hati “mimpi apa aku semalam? Kenapa sial begini?” Beberapa saat kemudian akhirnya usahanya tidak sia-sia, dekat warung bu Ati yang pernah dikunjunginya waktu membeli perlengkapan mandi ada tukang tampal ban yang sudah buka, dengan tersenyum lega dan penuh semangat Kevin mendorong motornya sedikit lebih cepat. Melihat jam baru pukul tujuh lewat lima menit masih ada harapan untuk pergi ke kampus, Kevin pun menitipkan motornya kepada tukang tampal ban itu untuk diperbaiki dan bergegas naik mokrolet ke kampus.
Harap-harap cemas Kevin duduk di kusi depan samping sopir, “pak, jurusan metematika yah,..!!” kata Kevin pada sopir. Mendekati fakultas olahraga parasaan lega Kevin kembali teruji, pasalnya di situ sedang diadakan swiping besar-besaran oleh polantas yang mengakibatkan kemacetan parah di sepanjang jalan kampus. Apa daya Kevin hanya bisa duduk diam dengan kesal menunggu mobil avanza di depannya bergerak setengah meter setiap sepuluh menit. Setelah setengah jam terjebak macet tak ada lagi harapan untuk Kevin bisa mengikuti ujian tengah semester mata kuliah kalkulus itu, dia hanya bisa berharap dosennya punya belas kasihan mengijinkannya mengikuti ujian susulan. Sampailah Kevin di depan jurusan tempat kuliahnya, Kevin turun dari mikrolet dan melangkah ke kelas dengan wajah yang berbeda jauh dengan ketika baru mau berangkat. Semakin dekat ke kelas Kevin mulai agak heran, “hanya perasaanku saja atau memang kelasnya sepi”, kata kevin dalam hati. Dari jauh tidak terlihat satupun teman sekelasnya di dalam kelas, dan dosen juga tidak terlihat batang hidungnya.
Melihat hal itu kevin langsung mengambil handphonenya berniat menelfon ketua kelas ingin meminta kejelasannya, melihat hanponenya yang di silent Kevin kaget sekaligus heran, ada lima sms dari teman-temannya. Yang pertama “info untuk semua, dosen hari ini nggak masuk, ujiannya di tunda lusa. –ketua kelas.” Sms ke dua “sekedar kejelasan untuk info ketua kelas, prof nggak bisa masuk karena urusan mendadak, ujian tengah semester akan dilaksanakan lusa, makasih –sekertaris”
“kenpa nggak kasi tau dari tadi, percuma dong gue datang cepat”. –Riko. “dosen sialan, teman2 makasih yah buat infonya” –Resa. “buat cowo-cowo klas 3d, karna hari ini dosen nggak masuk maen futsal yuk,..” –Andre.

Penulis         :  Mario Laoh
............23 agustus 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar