HARI YANG INDAH
Dinginnya pagi itu bekas hujan semalam tidak
mengurungkan niat Kevin mehasiswa semester tiga universitas negeri manado itu
untuk mandi dan siap-siap ke kampus. Karena tempat kosnya agak jauh dari kampus
sekitar setengah tujuh pagi dia harus sudah siap berangkat meskipun mata
kuliahnya baru akan di mulai setengah delapan. Pengalamannya datang terlambat
dan tidak di perbolehkan masuk oleh dosen sudah cukup membuatnya kapok dan
tidak mau terlambat lagi. Ditambah lagi hari ini ujian tengah semester jadi
tidak boleh ada yang terlambat.
Setelah sarapan dengan penuh semangat Kevin
pun bergegas meninggalkan kamar kosnya terkunci dengan setengah gelas susu yang
tidak dihabiskannya. Ketika menaiki sepeda motor kesayangannya Kevin merasa ada
yang ganjal, dengan penuh kuatir dia memeriksa persediaan bensin. Sedikit lega
ternyata bensinnya masih penuh karena kemarin sempat mampir di SPBU,
“untunglah” kata Kevin dalam hati, Kevin pun berangkat. Diperjalanan dia merasa
kurang nyaman, sepertinya ada yang aneh dengan ban belakang motornya, firasat
buruknya ternyata benar, ban belakangnya kempes.
Apa daya Kevin pun kebingungan berat mengingat
jam segini belum ada tukang tampal ban yang buka. Semangat paginya kini berubah
menjadi frustasi, sambil berusaha menenangkan diri Kevin mendorong motornya
berharap ada tukang tampal ban terdekat yang sudah bangun. Semakin lama mencari
tukang tampal ban semakin pupus pula harapannya untuk bisa datang tepat waktu
ke kampus, sesekali dia melihat jam di tangan kirinya berharap semoga masih
sempat.
Sesekali mobil mikrolet lewat di hadapannya,
perasaan Kevin semakin bimbang mengingat hari ini ujian tengah semester
haruskah dia naik mokrolet saja dan meninggalkan motornya di pinggir jalan
supaya tidak terlambat atau terus mendorong motornya berharap waktu masih
sempat mempertemukannya dengan tukang tampal ban. Tak terasa sudah cukup jauh
Kevin mendorong motornya, melihat orang-orang memperhatikannya Kevin semakin
merasa frustasi, tapi apa daya dia hanya bisa mendorong motornya sambil
merenung dalam hati “mimpi apa aku semalam? Kenapa sial begini?” Beberapa saat
kemudian akhirnya usahanya tidak sia-sia, dekat warung bu Ati yang pernah dikunjunginya
waktu membeli perlengkapan mandi ada tukang tampal ban yang sudah buka, dengan tersenyum
lega dan penuh semangat Kevin mendorong motornya sedikit lebih cepat. Melihat
jam baru pukul tujuh lewat lima menit masih ada harapan untuk pergi ke kampus,
Kevin pun menitipkan motornya kepada tukang tampal ban itu untuk diperbaiki dan
bergegas naik mokrolet ke kampus.
Harap-harap cemas Kevin duduk di kusi depan
samping sopir, “pak, jurusan metematika yah,..!!” kata Kevin pada sopir. Mendekati
fakultas olahraga parasaan lega Kevin kembali teruji, pasalnya di situ sedang
diadakan swiping besar-besaran oleh polantas yang mengakibatkan kemacetan parah
di sepanjang jalan kampus. Apa daya Kevin hanya bisa duduk diam dengan kesal
menunggu mobil avanza di depannya bergerak setengah meter setiap sepuluh menit.
Setelah setengah jam terjebak macet tak ada lagi harapan untuk Kevin bisa
mengikuti ujian tengah semester mata kuliah kalkulus itu, dia hanya bisa
berharap dosennya punya belas kasihan mengijinkannya mengikuti ujian susulan. Sampailah
Kevin di depan jurusan tempat kuliahnya, Kevin turun dari mikrolet dan melangkah
ke kelas dengan wajah yang berbeda jauh dengan ketika baru mau berangkat.
Semakin dekat ke kelas Kevin mulai agak heran, “hanya perasaanku saja atau
memang kelasnya sepi”, kata kevin dalam hati. Dari jauh tidak terlihat satupun
teman sekelasnya di dalam kelas, dan dosen juga tidak terlihat batang hidungnya.
Melihat hal itu kevin langsung mengambil
handphonenya berniat menelfon ketua kelas ingin meminta kejelasannya, melihat
hanponenya yang di silent Kevin kaget sekaligus heran, ada lima sms dari
teman-temannya. Yang pertama “info untuk semua, dosen hari ini nggak masuk,
ujiannya di tunda lusa. –ketua kelas.” Sms ke dua “sekedar kejelasan untuk info
ketua kelas, prof nggak bisa masuk karena urusan mendadak, ujian tengah
semester akan dilaksanakan lusa, makasih –sekertaris”
“kenpa nggak kasi tau dari tadi, percuma dong
gue datang cepat”. –Riko. “dosen sialan, teman2 makasih yah buat infonya” –Resa.
“buat cowo-cowo klas 3d, karna hari ini dosen nggak masuk maen futsal yuk,..”
–Andre.
Penulis : Mario Laoh
............23 agustus 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar