TONDANO--Meski dalam pengawasan ketat aparat Polres
Minahasa dan TNI, namun suasana di Kelurahan Tataaran Kecamatan Tondano
Selatan kembali tegang. Pantauan manadopostonline.com sekira pukul 13.00
Wita (Senin,20/10) ratusan warga tampak turun ke jalan utama dengan
memegang senjata tajam (Sajam).
Menurut sumber di lapangan, aksi turun ke jalan sejumlah warga ini
terkait isu yang beredar di media sosial adanya aksi balas dendam
mahasiswa Papua pascainsiden Minggu (19/10) kemarin yang menewaskan
Petius Tabone (20), salah satu Mahasiswa Papua.
"Ini karena ada isu yang makin memperkeruh suasana," tandas sejumlah mahasiswa yang enggan menyebutkan nama.
Kapolres Minahasa AKBP Ronald Rumondor SIK MSi saat dimintai
keterangan mengatakan masyarakat jangan mudah terpengaruh dengan
informasi-informasi di jejaring sosial.
"Itu hanya isu untuk memperkeruh suasana," ungkap Rumondor.
"Beraktivitaslah seperti biasa dan jangan terpengaruh dengan isu-isu
yang tidak benar. Serahkanlah pada pihak berwajib. Karena janji Polri,
akan membuat situasi akan aman terkendali," jelas Rumondor.
Camat Tondano Selatan Robert Ratulangi SPd mengatakan memang
masyarakat sementara berjaga-jaga karena isu yang beredar, mahasiswa
papua akan kembali menyerang.
"Tetapi kami selaku pemerintah, didampingi Polres dan TNI meredam
kemarahan warga juga meyakinkan bahwa itu hanya isu dari orang-orang
yang tidak bertanggungjawab," ungkapnya.
"Bagi masyarakat yang membaca isu di jejaring sosial, jangan mudah percaya dan jangan lebih dibesar-besarkan," tutup Ratulangi.(ria/mpo)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar