22 Oktober 2014

Tragedi tataaran tondano vs papua

TONDANO--Meski dalam pengawasan ketat aparat Polres Minahasa dan TNI, namun suasana di Kelurahan Tataaran Kecamatan Tondano Selatan kembali tegang. Pantauan manadopostonline.com sekira pukul 13.00 Wita (Senin,20/10) ratusan warga tampak turun ke jalan utama dengan memegang senjata tajam (Sajam).
Menurut sumber di lapangan, aksi turun ke jalan sejumlah warga ini terkait isu yang beredar di media sosial adanya aksi balas dendam mahasiswa Papua pascainsiden Minggu (19/10) kemarin yang menewaskan Petius Tabone (20), salah satu Mahasiswa Papua.
"Ini karena ada isu yang makin memperkeruh suasana," tandas sejumlah mahasiswa yang enggan menyebutkan nama.
Kapolres Minahasa AKBP Ronald Rumondor SIK MSi saat dimintai keterangan mengatakan masyarakat jangan mudah terpengaruh dengan informasi-informasi di jejaring sosial.
"Itu hanya isu untuk memperkeruh suasana," ungkap Rumondor.
"Beraktivitaslah seperti biasa dan jangan terpengaruh dengan isu-isu yang tidak benar. Serahkanlah pada pihak berwajib. Karena janji Polri, akan membuat situasi akan aman terkendali," jelas Rumondor.
Camat Tondano Selatan Robert Ratulangi SPd mengatakan memang masyarakat sementara berjaga-jaga karena isu yang beredar, mahasiswa papua akan kembali menyerang.
"Tetapi kami selaku pemerintah, didampingi Polres dan TNI meredam kemarahan warga juga meyakinkan bahwa itu hanya isu dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab," ungkapnya.
"Bagi masyarakat yang membaca isu di jejaring sosial, jangan mudah percaya dan jangan lebih dibesar-besarkan," tutup Ratulangi.(ria/mpo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar