19 Maret 2015

cerpen gue



CINTA SEEKOR BEJO
                                                                                                            By : Mario Laoh
Nama gue Kevin, gue mau ceritain kisah cinta yang sangat dramatis, yang pernah gue alami,.. yang sampai hari ini masih menyisakan penyesalan di hati gue.
Hari itu, Malam semakin larut dan hujan semakin deras, aura dingin menyelimuti kamar gue yang indah dan permai ini, dengan posisi cantik berbalutkan selimut gue berbaring di atas kasur yang lembut, dan siap untuk menggapai mimpi.
Perlahan gue menutup kedua mata gue yang indah ini, kemudian tidur dengan penuh kedamaian. Tak lama kemudian tiba-tiba muncul suara yang mengganggu hamonisasi mimpi gue, suara itu melayang-layang di sekitar telinga gue dengan nada dasar C = do, ternyata suara itu berasal dari seekor nyamuk alay yang sangat amat berisik. Sambil mengibaskan sayapnya, nyamuk itu mengitari kepala gue seperti halykopter yang ingin mendarat, Dan benar dugaan gue, tepat di dahi gue yang dihiasi puluhan jerawat ini, dia mendarat sempurna di salah satu jerawat terbesar gue, dan langsung menyedot beberapa miligram darah gue yang manis, bergizi dan mengandung banyak vitamin ini. Saat itu juga telapak tangan gue yang lebar dan mematikan melayang dengan kecepatan tinggi kearah nyamuk itu, tapi dengan gesitnya dia berhasil lolos, gue dijebak, insiden itu berhasil meledakan satu jerawat kesayangan gue, jerawat yang gue besarkan sejak kecil kini hancur berantakan.
Nnyamuk itu namanya Bejo, dia musuh pebuyutan gue sajak gue pindah ke rumah ini, awalnya dia punya dua istri dan lima orang anak, tapi sekarang Bejo sebatang kara, karna semua keluarganya gue bantai secara sadis. Karna itulah dia selalu datang mengincar darah gue untuk balas dendam. Dan kali ini Bejo tidak datang sendiri, dia datang bersama Santi, mantan pacarnya waktu Sma, sekarang mereka berdua CLBK dan ingin menyiksa gue. Dengan gaya tiki-taka ala barselona dua nyamuk ini berkolaborasi di lini depan dan memporak-porandakan pertahanan gue, kecepatan dan akurasi mereka menyerupai pasangan duet maut Real madrid, Cristiano ronaldo dan Garet Bale, yang satu mengalihkan perhatian gue sedangkan yang lain diam-diam menggigit bagian tubuh gue yang tidak terlindungi.
Malam yang dingin dan penuh kedamaian itu kini berubah menjadi pertempuran dasyat antara gue dan bejo. Setelah delapan puluh tujuh kali tepukan kedua tangan gue melayang dan tak ada satupun yang berhasil membunuh mereka, gue putuskan untuk menyerahkan diri, gue lempar selimut gue yang selama ini menjadi benteng pertahanan gue, dan gue lepas baju gue. “ok, gue minta maaf, karna sudah membunuh anak istri lo, kalo lo mau balas dendam, silahkan”
Dengan dada telanjang, gue rentangkan kedua tangan gue dan berbaring melebar di kasur, meyerahkan seluruh begian tubuh gue yang elok dan rupawan ini, tanpa basa basi, Bejo dan Santi pun langsung hinggap di perut gue, saat Bejo akan menyedot darah gue, tiba-tiba Santi pingsan, Bejo terkejut, apalagi gue, Bejo langsung mendekap santi, dan gue langsung mendekap Bejo, “santi, kamu kenapa?” kata Bejo. Tapi Santi tidak sadarkan diri, perlahan air mata Bejo menetes, Bejo terus membangunkan santi, tapi santi terlanjur meninggal. “tidaaaakk,...” Bejo berteriak di atas perut gue. “Paakk,...” tangan kiri gue yang kejam melesat tepat kearah Bejo dan Santi, darah gue berserakan dan mereka berdua remuk di perut gue dengan posisi berpelukan. Gue berhasil membunuh dua nyamuk yang saling mencintai hanya dengan satu pukulan.
Cinta tidak selalu berakhir bahagia, ternyata selama ini Santi mengidap penyakit kanker otak sadium empat, Santi merahasiakan itu dari Bejo, karena takut Bejo akan khawatir, tapi Santi sangat bahagia saat mati dipelukan Bejo. Bahkan mati bersama Bejo.
Tragedi cinta bejo membuat gue sedar bahwa, “nyamuk juga bisa mencintai”.
Tamat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar