16 Juni 2015

cerpen gue

DARI ATAS...
                                BY : Mario Laoh
Cinta itu, dari mata turun ke hati. Banyak orang percaya dengan anggapan itu. Tapi tidak bagiku. Kenapa? Cerita ini adalah alasannya.
Namaku Alan, ini pengalamanku waktu SMA. Sejak masuk SMA, di tahun partama aku sudah mengendrai sepeda motor ke sekolah, padahal umurku masih belum cukup untuk memiliki sim.
Karena mengendarai motor, setiap hari aku selalu tiba paling awal disekolah, bahkan aku pernah mendahului penjaga sekolah, pak Harto, dan membantu pak Harto membuka gerbang sekolah.
Saat itu kelasku berada di lantai dua, kelas Xa, karena masih pagi, keadaan sekolah masih sunyi dan selagi belum ada murid yang datang, aku sering melihat pemandangan dari atas, dari depan kelasku dapat kupandangi luasnya lapangan basket sekolah, ruang guru, uks, dan kantin. Semua terlihat jelas dari atas sini.  Termasuk sebuah kelas yang berada di seberang lapangan basket dan tepat behadapan dengan kelasku.
Itu adalah Kelas XIa. Dari atas terlihat jelas kondisi kelas itu dan suasana di dalamnya, tapi yang menarik perhatianku adalah seorang gadis cantik di kelas itu yang selalu menjadi orang ke dua yang tiba di sekolah setelah aku. Gadis itu sama sepertiku, dia selalu tiba disekolah begitu pagi, Rambutnya selalu diurai dan seragamnya rapih, selain itu dia cantik dan rajin. waktu petama kali aku melihatnya, aku penasaran, karna itu aku jadi suka datang paling awal setiap hari agar aku bisa melihatnya lagi.
Dialah yang menyapu, merapikan tempat duduk dan menyiram bunga di depan kelasnya saat siswa yang lain belum datang. Aku memperhatikannya sejak pertama kali aku masuk di sekolah ini.
Selama setahun ini sudah banyak kejadian yang aku saksikan, pada kamis pagi 8 mei 2014 aku melihat kehebohan sahabat-sahabatnya yang datang pagi-pagi untuk memberikan kejutan dihari ulan tahunnya, sepotong brownies dan lilin kecil di atasnya mengejutkannya di pagi itu, hari itu terpancar keceriaan diwajah mereka. Dan aku mencatat tanggal hari ulan tahunnya itu.
Senin pagi 2 juni 2014, ada seorang laki-laki yang diam-diam membawa setangkai bunga dan meletakannya di laci meja gadis itu. Dan bukan orang itu saja, setelah kuhitung-hitung ada 5 laki-laki yang melakukan hal yang sama, aku sempat kagum dengan daya tariknya. Tapi wajar saja, karena dia memang cantik.
Suatu hari aku juga pernah melihat dia terpeleset dan jatuh saat sedang menyapu lantai, kemudian berdiri seolah-olah tidak ada yang melihatnya, memang tidak ada yang melihatnya karena sekolah masih sunyi, tapi dia tidak menyadari bahwa aku melihatnya dengan jelas, dan aku selalu tertawa kalau mengingat kejadian itu.
Aku juga pernah melihat air mata di wajahnya, pagi itu kulihat dia menangis di depan kelasnya, entah apa yang membuat dia merasa sedih waktu itu, tapi aku hanya bisa memerhatikannya, dan melihatnya dari jauh, meskipun aku sangat ingin menghampirinya, sayangnya aku tak punya cukup keberanian waktu itu.
Setelah ujuan kenaikan kelas selesai, tak banyak murid yang datang kesekolah, wajar saja karna kami semua tinggal menunggu libur. Tapi pagi ini, aku masih bersemangat datang kesekolah, Dan pagi ini pun aku melihatnya lagi, gadis cantik yang penuh keceriaan itu.
Pagi ini begitu dingin, sisa hujan semalam masih membasahi tangkai pohon dan dedaunannya, dan menyisakan beberapa genangan air di lapangan basket, ku lihat dia datang, tampak cantik dengan sweater berwarna biru muda, dan bando putih di kepalanya. Dan dengan sedikit berjinjit dia berjalan menuju kelasnya.
Tiba-tiba langkahnya terhenti,.. kulihat ada seorang laki-laki berlari menghampirinya, kemudian gadis itu merangkul tangan laki-laki itu dan mereka berjalan bersama menuju kelas.
Entah kenapa, rasanya semakin dingin, dan aku terus memperhatikan mereka, kali ini perasaanku terasa berbeda, ku lihat mereka masuk kedalam kelas dan duduk berdekatan, mereka berdua tertawa bersama, kemudian di dalam kelas yang sunyi itu, dia duduk disamping laki-laki itu, lelaki itu merangkulnya dan perlahan-lahan kulihat bibir mereka bersentuhan. Seketika itu aku mengalihkan pandanganku,..
Mereka sedang berciuman,? Dalam hatiku terus mempertanyakan hal itu, aku memastikannya lagi, ternyata benar, mereka sedang berciuman
Aku hanya terdiam, jantungku berdetak kencang, dan pandanganku seolah tak mau beralih, apa yang kulihat hari ini sungguh tak pernah terbayangkan olehku. Tak lama Kemudian lelaki itu keluar dari kelasnya, dengan saling senyum mereka berpisah, murid yang lain mulai berdatangan, dan gadis cantik itu bertingkah seolah tidak terjadi apa-apa.
Dan hujan semakin deras,..
Dia yang kupandang lugu, aku telah memperhatikannya selama ini,...
Di hariterakhirku dikelas Xa, Hari itu aku melihat dari atas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar